Sentuhan Ramadan dari SMA 2 Lubuk Basung di Palembayan: Hadir di Huntara Padang Ganting, Kepsek Zulkifli dan Para Siswa Tebar Kepedulian bagi Korban Galodo

PALEMBAYAN | Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kembali menjadi ruang penguatan nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial. Di tengah suasana ibadah yang penuh keberkahan itu, keluarga besar SMA Negeri 2 Lubuk Basung menunjukkan kepedulian nyata dengan menyambangi warga terdampak bencana galodo dan banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Selasa (10/3/2026).

Kunjungan yang dikemas dalam kegiatan anjangsana tersebut menghadirkan rombongan sekolah yang terdiri dari pengurus OSIS serta unsur Dharma Wanita SMA Negeri 2 Lubuk Basung. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan membawa pesan empati dan kepedulian kepada masyarakat yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

Rombongan dipimpin langsung oleh Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Basung, Zulkifli, dengan tujuan utama kawasan Hunian Sementara Padang Ganting. Kawasan tersebut saat ini menjadi tempat tinggal sementara bagi puluhan keluarga korban galodo yang kehilangan rumah dan harta benda ketika bencana melanda wilayah Palembayan pada November 2025 lalu.

Di lokasi hunian sementara itu, sekitar 80 kepala keluarga masih bertahan menjalani kehidupan dengan segala keterbatasan. Meski waktu telah berlalu sejak bencana terjadi, jejak kesedihan dan perjuangan untuk bangkit masih terasa kuat di lingkungan tersebut.

Kedatangan rombongan SMA Negeri 2 Lubuk Basung membawa harapan baru bagi para penghuni Huntara. Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, mereka menyerahkan bantuan berupa paket kebutuhan Ramadan serta santunan uang tunai kepada warga terdampak.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat, khususnya dalam menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Bagi warga Huntara, perhatian seperti ini menjadi suntikan semangat di tengah proses panjang membangun kembali kehidupan mereka.

Kepala SMA Negeri 2 Lubuk Basung, Zulkifli, menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menanamkan nilai kepedulian kepada sesama, terutama kepada para siswa.

Menurutnya, kehadiran para siswa secara langsung di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akan menjadi pembelajaran berharga tentang arti empati dan solidaritas sosial.

“Kami hadir di sini untuk berbagi kebahagiaan sekaligus menguatkan saudara-saudara kita yang masih berjuang setelah bencana. Semoga bantuan yang kami berikan dapat sedikit meringankan beban warga di hunian sementara ini,” ujar Zulkifli.

Suasana haru pun menyelimuti pertemuan tersebut. Para penghuni Huntara menyambut rombongan dengan penuh rasa syukur. Banyak di antara mereka yang tak kuasa menahan haru ketika menerima bantuan serta perhatian dari pihak sekolah.

Salah seorang warga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada keluarga besar SMA Negeri 2 Lubuk Basung yang masih mengingat kondisi mereka. Ia berharap segala kebaikan yang diberikan menjadi amal ibadah bagi semua pihak yang terlibat.

“Kami sangat bersyukur atas kunjungan ini. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang masih berjuang di hunian sementara. Semoga kebaikan Bapak, Ibu, dan adik-adik semua dibalas dengan keberkahan oleh Allah SWT,” tuturnya dengan suara bergetar.

Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran kehidupan bagi para siswa. Mereka menyaksikan secara langsung bagaimana bencana dapat mengubah kehidupan seseorang, sekaligus memahami pentingnya saling membantu dan menguatkan di saat sulit.

Senyum yang kembali merekah di wajah para penghuni Huntara menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial memiliki kekuatan besar untuk menyalakan harapan. Di tengah kesederhanaan hunian sementara, semangat kemanusiaan yang dibawa para siswa SMA Negeri 2 Lubuk Basung menjadi cahaya yang menghangatkan Ramadan bagi para korban galodo di Palembayan.


Catatan Redaksi:

Bencana alam tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga luka sosial dan psikologis bagi masyarakat yang terdampak. 

Kehadiran berbagai elemen masyarakat, termasuk lembaga pendidikan seperti SMA Negeri 2 Lubuk Basung, menjadi contoh nyata bahwa solidaritas sosial masih hidup dan menjadi kekuatan penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana. 

Kepedulian yang ditanamkan sejak bangku sekolah diharapkan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial tinggi terhadap lingkungan dan sesama.

TIM

Posting Komentar

0 Komentar